Innalillahi…
Hari ini gw lagi di bandung, meeting DRM dengan Telkom. TIba-tiba dapat kabar rekan kita sekantor, Mas Ikhwan Marzuki telah berpulang ke Pangkuan ILLAHI. Menurut Kabar, terjadi kecelakaan fatal yang berawal dari kendaraan roda dua Mas Ikhwan terserempet motor lain.
Sampai saat ini gw belum mendapat info lengkap kronologis kejadiannya.
Berita ini mengejutkan sekali. Teringat kemarin sebelum berangkat ke bandung, sempat bertemu beliau di depan pintu sambil tertawa - tawa. Sambil lalu menanyakan kondisi jalan raya. Kita memang kebetulan searah kalau perjalanan dari rumah ke kantor. Sering sharing dan curhat mengenai kondisi jalan yang awut-awutan. Berulang kali beliau mengeluhkan kelakuan pengguna jalan raya, khususnya roda dua yang mengendarai kendaraan tidak menggunakan etika. Salip kiri kanan tanpa sein. Saling sikut sudah menjadi makanan sehari-hari jika anda pengguna roda dua dari arah bekasi ke jakarta.
Sudah saatnya pemerintah memberikan pendidikan secara massal. Mengarahkan para pengendara motor dan memberikan penyuluhan - penyuluhan secara periodik. Sehingga para pengguna kendaraan roda dua secara bertahap mengerti mana yang tidak baik dan tidak pantas.
Perhatikan saja kala dilampu merah. Belum lagi lampu hijau menyala, bikers di barisan belakang sudah sibuk dan seperti merasa harus menekan klakson-nya. Belum lagi biker-biker yang ketika lampu merah sibuk mencari posisi berhenti sampai jauh di depan garis putih pembatas jalan. Tak jarang malah mengganggu pengendara yang lewat dari arah lain. Selain itu, ada banyak orang-orang tidak berpikir jauh, melepas filter merah di lampu belakang. Sehingga lampu rem mereka menyalak terang menyilaukan pengguna jalan di belakangnya. Heran rasanya, apakah mereka tidak memikirkan keselamatan orang lain, hanya karena ingin tampil ‘Gaya’ or ‘Beda’. Itu semua di atas belum lagi dengan pengendara-pengendara yang merasa harus tampil dimuka dengan gas pwuol. Salip kiri salip kanan, tak perlu sein. Mereka tidak berpikir pengendara motor lain sampai harus terkaget-kaget dengan ulah mereka.
Jalanan di jakarta sudah sumpek dan kotor. Sudah mengerikan dan membahayakan. Ibarat rimba hutan belantara. Siapa kuat, dia menang. Secapa cepat dia dapat.
Entah apa yang terjadi dengan kota jakarta dan negara kita ini. Entah sampai kapan dan sampai berapa banyak korban terus berjatuhan di negara kita. Tingkat keselamatan amat sangat mengkhawatirkan.
Negara kita kalau boleh dibilang masih sangat terbelakang dalam soal moral dan perilaku. Amat miskin dan papa dalan mencerna otak. Amat malas dan arogan dalam berperilaku.
Masih teringat jelas dibenak, ketika mas Ikhwan melengkapi koleksi Film Avatar di server. Sambil tertawa-tawa dia berujar “cepet banget lo pindahin film-nya. Baru aja gw taro di server”
Masih teringat tawanya ketika membicarakan Jalur setan Kalimalang, atau jalur berkelok duren sawit.
Masih teringat ketika di parkiran motor, mas ikhwan menyarankan mengganti kunci rem cakram dengan yang ada alarm seperti miliknya.
Selamat jalan rekanku, kang Ikhwan Marzuki. Semoga diridhoi semua amal perbuatan dan pahala mu.
We will miss U.
2 comments:
elu aja kaget, apalagi gw jul...
sampai sekarang gw masih blom percaya. Sejak pertama gw di AGIT, gw lgs ditaruh dibawah msa IMA. udah 3 tahun lebih jul, dia sebagai atasan, kawan & mentor gw. baik urusan kerjaan maupun urusan pribadi.
Selamat jalan mas Ikhwan
M.Ikhwan by his Indah Syahir
Almost year...
M. Ikhwan Marzuki adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Aku dan kakak perempuanku memanggilnya Awienk. Bagiku dia kakak yang penyayang, sering mengalah dan penuh perhatian, sabar dan tak pernah mengeluh meskipun sakit yang dideritanya membuatnya harus diet garam bertahun-tahun.
Kami semua berduka sampai kapanpun atas kehilangan ini, semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT dan dosa-dosanya diampuni. Amiin..
Mohon dimaafkan atas kesalahan yang pernah diperbuatnya..
We luv him, so much...
Indah A. Syahir (indahary2102@yahoo.com)
Lil'sister of Ikhwan
He's a good brother, will always be...
Post a Comment